sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Slider

Bahan Ajar dan Silabus

Jurnal

RPS dan RPKPS

Artikel

Kontrak Perkuliahan

Geografi

Buku

Tipe Letusan Gunung Berapi


Proses keluarnya magma dinamakan erupsi atau letusan gunung api. Magma yang keluar melalui letusan dinamakan lava. Selain lava, material gunungapi yang dimuntahkan saat erupsi berupa eflata atau bahan piroklastik. Bahan piroklastik merupakan material- material lepas dengan berbagai ukuran, mulai dari bom (bongkah batuan besar), lapilli, kerikil, pasir vulkanis, sampai ukuran yang sangat halus yaitu debu vulkanis. Istilah lain yang juga berhubungan dengan material gunungapi adalah lahar. Secara umum, lahar dapat diartikan sebagai campuran lava atau eflata dengan material muka bumi berupa tanah, batuan, pasir, dan air sehingga membentuk lumpur. Berdasarkan kondisi suhunya, kita mengenal lahar panas dan dingin.

Gejala alam yang menjadi indikasi gunung api akan meletus antara lain:
(1) suhu di sekitar kawah mengalami peningkatan dari rata-rata suhu normal;
(2) sumber air yang terletak di sekitar wilayah tersebut banyak yang tiba-tiba kering;
(3) banyak pohon-pohon yang tumbuh di sekitar areal gunung mengering dan mati;
(4) sering terjadi getaran-getaran gempa, baik yang skalanya kecil maupun besar yang kadang-kadang disertai suara gemuruh;
(5) binatang-binatang liar yang hidup di sekitar gunungapi banyak yang mengungsi ke wilayah lain.
Untuk menghindari bencana dan kerugian yang mungkin timbul akibat erupsi gunung api, pemerintah membangun pos-pos pengamatan gunung api dibawah naungan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Tugas pos pengamatan adalah mengamati dan mencatat aktivitas gunung api dan melaporkannya. Berdasarkan pengamatan dan laporan tersebut, lalu ditentukan status gunung api itu untuk memberikan peringatan kepada masyarakat akan bahaya letusan gunung api.
Berdasarkan sifat dan kekuatannya, erupsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
(1) Efusif yaitu proses erupsi berupa lelehan lava melalui retakan- retakan yang terdapat pada tubuh gunungapi. Efusif biasanya terjadi jika magma yang terkandung dalam gunungapi sifatnya encer serta kandungan gasnya relatif sedikit.
(2) Eksplosif yaitu erupsi gunungapi berupa ledakan yang memuntahkan bahan-bahan piroklastik di samping lelehan lava. Eksplosif dapat terjadi jika magma yang terdapat dalam tubuh gunungapi sifatnya kental dengan kandungan gas yang tinggi sehingga tekanannya sangat kuat.
Erupsi juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk lubang kepundan tempat keluarnya magma dari tubuh gunungapi. Berdasarkan hal ini kita mengenal tiga jenis erupsi, yaitu sebagai berikut.
(1) Erupsi Linear yaitu peristiwa letusan gunungapi, ketika magma yang dikandungnya keluar melalui retakan yang memanjang seperti sebuah garis. Fenomena alam yang tampak di muka Bumi akibat erupsi linear adalah deretan gunungapi yang memanjang, seperti terdapat di Laki Spleet (Islandia) dengan panjang rekahan mencapai 30 kilometer.
(2) Erupsi Areal yaitu jenis erupsi ketika dapur magma letaknya sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga mampu mem- bakar dan melelehkan lapisan batuan di sekitarnya sampai membentuk lubang yang sangat besar. Lava yang keluar melalui lubang kepundan yang sangat besar ini kemudian mengalir ke wilayah yang sangat luas di sekitarnya. Contohnya antara lain wilayah antara Argentina sampai Paraguay di Amerika Selatan.
(3) Erupsi Sentral yaitu jenis erupsi ketika material gunungapi keluar melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunungapi yang berdiri sendiri (single volcano). Erupsi sentral merupakan tipe letusan yang paling banyak dijumpai di muka bumi. Hampir semua gunungapi yang ada di Indonesia merupakan hasil erupsi sentral
Menurut seorang ahli ilmu kebumian Arthur L. Bloom, panjang diameter suatu kaldera minimal 1,6 kilometer. Beberapa contoh gunungapi di Indonesia yang memiliki kaldera antara lain sebagai berikut.
(1) Gunung Krakatau (Selat Sunda) dengan diameter kaldera sekitar 7 km.
(2) Gunung Batur (Bali) dengan diameter kaldera sekitar 10 km.
(3) Gunung Ijen (Jawa Timur) dengan diameter kaldera sekitar 11 km.
(4) Gunung Tambora (Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara) dengan diameter kaldera sekitar 6 km

Mengapa Bumi Dinamis?


Bumi kita selalu bergerak dan mengalami perubahan. Perubahan tersebut merupakan perubahan posisi dari beberapa benua. Pada awalnya pada 2000 juat tahun yang lalu benua kita menjadi satu bernama Pangea. Benua Eurasia dan North America bergambung dam posisi diabagian utara katilistiwa, sedangkan bagian selatan bergabung benua South America, Africa, India, Australia dan Antartika menjadi satu bergabung dengan bagian utara katulistiwa membentuk benua Pangea

Gambar 1. Pergerakan lempeng sekarang dan 200 tahun yang lalu
Secara umum bumi kita Average Density sekitar 5.5, Suhu bumi meningkat seiring dengan kedalaman bumi, gradient geothermal rata-rata 1 deg celcius per 30 m pada batuan sedimen. Pada daerah vulkanik gradiennya sekitar 1 deg celcius per 10 m. Pada daerah granite tua (basement rock) gradiennya sekitar 1 deg celcius per 80 m. Perkiraan usia bumi sekitar 4.600.000.000 tahun (menggunakan metoda dating radioaktif). Bagian bumi terdiri atad inti bumi (core), mantel bumi (astenosfir) dan kerak bumi (litosfir) (lihat Gambar 2).
Core, inti bumi berukuran diameter 7000 km dan terdiri dari besi dan nikel. Lapisan paling luar (tebal 2200 km) merupakan liquid atau cairan. Lapisan terdalam bersifat solid atau padat, dengan density sekitar 10.5 dan suhunya lebih dari 5000 deg celcius. Menurut teori, perputaran bumi pada porosnya (rotasi) menyebabkan terjadinya arus sirkulasi pada bagian cair inti bumi. Sirkulasi ini merupakan sumber dari medan magnet yang menyelimuti bumi.
Mantel, Dibawah lithosphere penelitian semakin sulit dilakukan. Lapisan ini dikenal juga sebagai lapisanastenaosfer, ketebalannya diperkirakan 2900 km. Terdiri dari besi dan mineral SIMA. Density sekitar 3.5 dan suhu rata-rata sekitar 2000 deg Celcius. Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid, tapi tetap bisa melelehkan batuan. Lapisan mantle paling luar sekitar 200 km dinamai dengan asthenosphere. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Asthenosphere merupakan sumber dari aktivitas volkanik dan seismik (gempa).
Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yang membentuk selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma). Ketebalan lithosphere bervariasi, dari sekitar 65 km sampai 100 km, dan terdiri dari batuan silika-magnesium (SIMA) dan silik-aluminium (SIAL). Lithosphere mempunyai nilai Specific Gravity (SG) 2.7 sampai 3.

Gambar 2. Struktur Tubuh Bumi

Gambar 3. Kedudukan Samudera dan Bagian Dalam Bumi.

Bumi adalah planet yang dinamis, tubuh bumi paling luar berupa litosfer. Litosfer atau sering disebat sebagai kerak atau lempeng bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua yaitu kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Kerak bumi atau litosfer mumpunyai ketebalan sekitar 7 – 35 km km. Kerak samudera ketebalan7 km tebal di bawah laut, dan kerak benua 35 km tebal di bawah benua ). Secara umum Kerak bumi atau Lempeng bumi terdiri atas :
1. Lempeng Eurasia Plate
2. North America Plate
3. South America Plate
4. Pasific Plate
5. Antartic Plate
6. Indo-Australia Plate
7. Nasca Plate
8. Cocos Plate
9. Arabic Plate

Gambar 3. Gambaran Lempeng di Bumi
The lithosphere is underlain by the asthenosphere , a hot, mobile layer of partially molten rock lying within the earth's upper mantle. (For detailed information, click the Earth's Interior. ) Litosfer atau kerak bumi terletak diatas lapisan mantel bumi atau astenosfer, yang panas, merupakan lapisan batuan cair, pijar, dan selalu bergerak. Lapisan astenosfer inilah yang menggerakkan litosfer sehingga gambaran bumi kita selalu berubah dan selalu dinamis. Lapisan astenosfer mempunyai suhu dan tekanan yang sangat tinggi, oleh karena itu maka lapisan ini bagian paling atas terbentuk arus konveksi. Arus ini akan mencari jalan keluar untuk mencapai keseimbangan baik terhadap suhu apalagi tekanan tinggi agar seimbang keluar ke permukaan bumi. Arus konveksi ini terbentuk karena bumi kita selalu bergerak, baik gerakan sendiri atau rotasi bumi, maupun bergerak mengelilingi matahari. Oleh karena itu akan terbentuk arus konveksi yang menyebabkan kerak bumi bergeral.
Bagian kerak bumi paling tipis adalah di samudera yaitu kerak samudera maka bagian kerak samudera inilah yang kemungkinan pecah terlebih dahulu. Pecahnya kerak samudera yang bersifat tipis ini disebabkan karena bumi kita berotasi dengan sumbu di arah utara dan selatan. Pada gerakan rotasi ini akan terjadi tekanan pada bagian utara – selatan atau dengan kata lain maka ada gaya tekan arah utara selatan dan efeksnya ada gaya tarik arah barat timur. Gaya ini menyebabkan bumi kita berbentuk elip. Gaya ini bekerja sepanjang waktu, akibatnya akan terjadi pecahan pada bumi kita. Pada awal pecah pada bagian lempeng samudera yang tipis. Oleh karena bagian lempeng yang tipis yang luas adalah Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Pecahan di kedua samudera tersebut mempunyai arah yang relative sama yaitu arah relative utara selatan. Dengan pecahnya kerak samudera tersebut maka magma yang terdapat di astenosfer atau mantel atas keluar terus. Dengan pecahan ini akan terjadi gerakan berlawanan arah dengan arah tegak lurus arah pecahan atau arah barat timur. Gerakan kerak bumi yang berlawanan ini dinamakan gerakan divergen. Oleh karena kerak samudera mempunyai ketebalan dan densitas yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh adanya komposisi batuan maupun mineral yang berbeda setiap lokasi, maka gerakan divergen disetiap lokasi berbeda dan akan timbul gerakan lain pada kerak yang sama baratah sejajar arah gerakan divergen. Gerakan ini dinamakan gerakan geseran atau transform. Oleh karena bumi kita relative bulat dimana kerak saling berhubungan maka disuatu tempat akibat gerakan divergen ini akan terjadi kerak saling bertumbukan atau dikatakan dengan nama gerakan konvergen atau saling mendekat menyebebkan terjadinya subduction. (Gambar 4). Dengan demikian maka secara umum gerakan kerak bumi ada tiga gerakan yaitu :
1. Gerakan saling memisah atau divergen
2. Gerakan saling mendekat atau konvergen
3. Gerakan saling bersinggungan tau transform
Interaksi Lempeng
Secara umum ada tiga interaksi lempeng di bumi kita yaitu : interaksi divergen, convergan dan transform. Adapun interaksi jenis interaksi lempeng tersebut adalah sebagai berikut :
1. Interaksi lempeng Divergen Interaksi divergen terjadi di samudera Atlantik membentuk Atlantic Ridges; Antara Atlantic dengan Antartic; Pasific Timur antara Pasific dengan Nasca, Fasific dengan Cocos; Nasca dengan Antartic; Indo-Australia dengan Antartic
2. Interaksi Convergen Interaksi Convergen terjadi anatara Pasific dengan America Selatan; Fasicic dengan America Utara, Fasific dengan Eurasia, Pasific dengan Indoaustralia; Indo-Australia dengan Eurasia dan India dengan Eurasia.Interaksi ini membentuk rangkaian Ring Of Fire bumi (Pegunungan Lingkar Pasific).
3. Interaksi Transform Interaksi ini terjadi di Atlantic Ridges; Pasifi Timir Rigdges; Antartic – Pasific Ridges; Pasific – Nasca Ridges; Pasific – Cocos Ridges
Gambar 4. Potongan melintang tipe utama batas dan gerakan kerak bumi



Tokoh Geografi Dunia dan Karya-Karyanya

Geografi sudah berkembang sejak lama yaitu sejak era Yunani kuno dan kekhalifahan Islam. Lalu siapa saja tokoh geografi di dunia dan apa saja karya-karyanya?. Berikut ulasan beberapa tokoh geografi dengan karyanya:
1. Herodotus
Ia membuat peta dunia hasil imajinasi dan hasil pengembaraannya terutama peta wilayah Laut Tengah (Eropa, Asia dan Libya). Ia juga menguraikan pengertian tentang bumi serta mendeskripsikan asal mula daerah dan penduduknya.
2. Eratosthenes
Ia memperkenalkan istilah geografi (geo dan graphein) yang artinya gambaran tentang bumi.
3. Strabo
Ia dalam bukunya Geographia mengemukakan bahwa pengaruh lingkungan sangat menentukan kebudayaan masyarakat.
4. Crates
Ia membuat sebuah globe dalam bentuk sederhana di masa nya. Ia juga meramalkan adanya daratan lain yaitu Antipoda (benua selatan yang besar) dinamakan juga Terra Australis.
5. Ptolomeus
Dalam bukunya Almagest dan Geographica ia menjelaskan pokok-pokok dasar geografi klasik dan sistematika dasar pemetaan. Di dalam petam ia mencantumkan nama tempat di sekitar Laut Tengah, nama kota di India dan juga Cina.
6. Al Kini
Ia menulis buku yang memberikan penjelaskan tentang bagian bumi yang berpenghuni. Disamping itu, ia menjelaskan tentang keadaan alam dan bentuk permukaan bumi dari berbagai negeri yang biasa dikunjungi oleh saudagar Islam kala itu.
7. Sulaeman Al Mahri
Ia membukukan kunjungannya ke berbagai wilayah di seberang lautan Hindia dan Kepulauan Melayu.
8. Al Khawarizmi
Ia berjasa membuat globe pertama di dunia pada 830 M.
9. Abu Zaid al Bakhi
Ia membuat atlas Arab pertama yang berjudul lukisan propinsi atau bentuk kawasan atau region.
10. Al Idris
Bukunya memuat tentang penjelasan dunia khususnya menyempurnakan pembagian lima iklim bumi menurut konsep Yunani kuno. Ia juga membuat model bola langit dan sebuah model dunia.
11. Al Biruni
Ia memperkenalkan teknik pengukuran bumi menggunakan metode segitiga.
12. Ibnu Khaldun
Ia menulis buku geografi sejarah yang menguraikan pengaruh lingkungan alam terhadap masyarakat di berbagai wilayah. Ia juga menjelaskan masalah irigasi, kehidupan manusia pengembara dan perdagangan di daerah gurun.
13. Ibnu Batutta
Ia merupakan seorang penjelajah legendaris yang menyinggahi hampir semua daerah di dunia selama berpuluh-puluh tahun. Ia menuliskan semua perjalanannya dalam sebuah catatan dan sekarang dibukukan menjadi Rihlah Ibnu Batutta.
14. Bernandus Verenius
Ia menguraikan dua aliran dalam geografi di bukunya yaitu geografi yang bersifat fisik dan geografi sosial.
15. Immanuel Kant
Ia menjadi peletak dasar geografi modern. Menurutnya, geografi merupakan disiplin ilmu ilmiah yang memandang fakta dalam ruang.
16. Von Humbolt
Ia memperkenalkan pembagian iklim secara vertical berdasarkan ketinggian.

 



Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi Menurut Para Ahli Geografi

Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.
Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:
·                     1. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam
·                     2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman
·                     3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan
·                     4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.


Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:
·                     1. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan
·                     2. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik
·                     3. Geografi regional

Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan manusia.
2. Geografi Manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.
·                     b. Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.
·                     c. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.
·                     d. Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.
·                     e. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.

3. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.

Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.

Dalam tataran sistematika tersebut, geografi lingkungan merupakan bagian dari geografi regional. Karena, dalam perspektif bidang ini memberi tekanan pada hubungan antara manusia dengan lingkungannya sehingga terlihat karakteristk lingkungan di wilayah tersebut.


Paradigma dalam Geografi

Pengertian paradigma secara komprehensif yaitu merupakan kesamaan pandang keilmuan yang didalamnya tercakup asumsi-asumsi, prosedur-prosedur dan penemuan-penemuan yang diterima oleh sekelompok ilmuan dan secara berbarengan menentukan corak/pola kegiatan ilmiah yang tetap. Selain itu, paradigma juga diartikan sebagai keseluruhan kumpulan (konstelasi) kepercayaan, nilai-nilai, cara-cara (teknik) dan sebagainya yang dianut warga suatu komunitas tertentu.
Menurut Harvey dan Holly pengertian paradigma dibedakan atas tiga macam pengertian yaitu:
·                     1. Paradigma Metafisika atau metaparadigm yang menggambarkan pandangan secara global keseluruhan sebuah ilmu, dimana mempunyai fungsi dasar yaitu, menetapkan apa saja yang sebenarnya (dan yang bukan ) menjadi urusan masyarakat ilmiah tertentu, memberi petunjuk kepada ilmuwan kearah mana melihat (dan arah mana yang tidak usah dilihat) agar menemukan apa-apa yang sebenarnya menjadi urusannya, serta memberi petunjuk kepada ilmuwan apa yang dapat diharapkan untuk ditemukan jika ia mendapatkan dan menyelidiki apa-apa yang sebenarnya menjadi urusan dalam bidang ilmunya.Paradigma ini mencakup wilayah konsensus paling luas dalam suatu disiplin dan menetapkan bagian-bagian wilayah penelitian.
·                     2. Paradigma Sosiologis, pengertiannya hanya terbatas pada keberhasilan ilmiah yang konkret yang mendapat pengakuan secara universal.
·                     3. Paradigma Artefak atau Construct paradigm mengandung artian paling sempit, yang dapat berarti apa-apa yang secara khas (spesifik) termuat dalam suatu buku, instrumen ataupun hasil karya pengetahuan klasik. Secara konseptual paradigma Artefak ada dalam lingkup cakupan paradigma Sosiologis, dan paradigma Sosiologis ada dalam lingkup cakupan Metaparadigm.
Dari segi ini ternyata geografi sosial sebagai ilmu telah mengalami berbagai periode perkembangannya. Masing-masing periode menunjukkan kesamaan karakter persepsi terhadap apa yang disebut sebagai suatu Paradigma.
Contoh paradigma dalam geografi sosial antara lain yaitu :
  1. Paradigma Determinisme lingkungan yang dikembangkan oleh Ratzel
  2. Paradigma atau faham Posibilitis sekaligus sebagai salah satu pengembang paradigma regional yang dikembangkan oleh Vidal
  3. Paradigma Bentang alam budaya yang juga menerapkan pendekatan kesejahteraan yang dikembangkan oleh Saver
  4. Paradigma Regional di Amerika yang dikembangkan oleh Hatshorne
  5. Paradigma Keruangan yang dikembangkan oleh Schaefer yang merupakan penganut positivisme ilmu
Sebenarnya perkembangan keilmuan yang terjadi pada ilmu pengetahuan bersifat evolutif dan berjalan melalui kurun waktu yang relatif panjang sehingga perkembangan-perkembangan yang telah berkembang sebelumnya, sejalan dengan perkembangan kualitas ilmu pengetahuan beserta alat-alat bantu penelitian dan analisisnya.

Tokoh - tokoh Geografi

Sejak kelahirannya sebagai suatu disiplin ilmu, banyak tokoh yang memberikan batasan mengenai kajian geografi. Para tokoh tersebut di antaranya sebagai berikut :

1. Erathosthenes

Erathosthenes ialah orang pertama yang paling berjasa memperkenalkan istilah geografi. Berasal dari kata Geographika artinya Writing about Earth or Description of The Earth.
Erathosthenes membuktikan bahwa bumi itu berbentuk bola. Hal ini dibuktikan melalui pengukuran pada saat matahari berada di Belahan Bumi Utara tepatnya di Kota Aswan (Seyne) dengan membuat sumur sehingga sinar matahari tepat tegak lurus di atas sumur tersebut. Pembuktian ini dilanjutkan dengan membandingkan sudut datang sinar matahari di Kota Iskandariah sehingga diperoleh hasil bahwa keliling bumi berjarak 252.000 stadia (1 stadia = 157 meter). Hasil dari pengukuran tersebut sama dengan keliling bumi yang sebenarnya.

2. Crates

Crates ialah orang yang mengembangkan hasil pengukuran Erathosthenes menjadi sebuah globe pertama dalam bentuk yang se derhana. Crates membuat tiga benua tambahan sebagai penye imbang globe yang dibuatnya. Pandangan Crates melahirkan konsep Antipoda atau benua selatan yang besar dan dikenal dengan nama Terra Australis.

3. Claudius Ptoleumaeus

Claudius Ptoleumaeus dianggap sebagai peletak dasar geografi yang pertama. Dalam bukunya yang berjudul Geographike Unphegesis, Ptolemaeus memberikan batasan geografi. Geografi adalah suatu penyajian dengan menggunakan peta yang menunjukkan kenampakan umum di muka bumi.

4. Bernhardus Varenius

Bernhardus Varenius mengemukakan pendapat bahwa dalam geografi terdapat dualisme. Pada satu pihak geografi mempelajari proses dan fenomena yang bersifat alamiah. Selain itu di lain pihak kajian dari disiplin ilmu geografi mempelajari fenomena sosial dan budaya yang terjadi dan berkembang dalam masyarakat. Atas dasar inilah Varenius membagi geografi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Geografi Generalis, yang mencakup tiga bagian sebagai berikut.
·           Teresterial, yaitu pengetahuan bumi sebagai keseluruhan bentuk dan ukurannya.
·           Falakiah, yaitu membicarakan relasi bumi dengan planet dan bintang-bintang di jagat raya.
·           Komparatif, yaitu menyajikan deskripsi mengenai bumi secara keseluruhan.
b. Geografi Sosialis, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
·                                   Aspek langit, yaitu secara khusus membicarakan keadaan iklim.
·                                   Aspek permukaan bumi, yaitu menyajikan relief, flora dan fauna di berbagai negara.
·                                   Aspek manusia, yaitu membicarakan berbagai penduduk, perdagangan, dan pemerintahan di berbagai negara.

5. Immanuel Kant

Immanuel Kant dianggap sebagai peletak dasar geografi modern dan pengembang paham fisis determinis. Beliau menganggap geografi sebagai suatu disiplin ilmiah.
Menurut Kant, ilmu pengetahuan dapat dipandang dari tiga sudut yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
1.        Ilmu pengetahuan yang menggolong-golongkan fakta berdasarkan jenis objek yang mempelajarinya disebut ilmu pengetahuan sistematik. Misalnya, Botani, Geologi, dan Sosiologi.
2.        Ilmu pengetahuan yang memandang gabungan antarfakta sepanjang masa. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Sejarah.
3.        Ilmu pengetahuan yang memandang fakta-fakta yang berkenaan dengan ruang. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Geografi.

6. Alexander von Humbolt

Alexander von Humbolt memberikan batas-batas di antara ilmu pengetahuan dan membaginya ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
1.        Physiography, ilmu yang sistematik.
2.        Naturchicte, penekanannya terhadap semua hal yang berhubungan dengan waktu.
3.        Geognesie oder weltbeschreibung, uraian tentang bumi atau dunia yang membahas mengenai persebaran pola keruangan.
Berdasarkan tulisannya mengenai kajian geografi, Humbolt dikenal sebagai peletak dasar geografi fisika modern.

7. Karl Ritter

Karl Ritter berpendapat bahwa alam menjadi faktor utama. Faktor alam menentukan gejala kemanusiaan (fisis determinis). Ritter dikenal sebagai peletak dasar geografi sosial. Pada awalnya banyak ahli geografi yang menganut paham fisis determinis. Semenjak abad XIX banyak ahli geografi yang berupaya meninggalkan faham fisis determinis. Terutama paham yang dikembangkan Paul Vidal de la Blace yang dikenal pelopor aliran Prancis, yaitu possibilisme.
Menurut aliran possibilisme alam hanya menawarkan beberapa kemungkinan terhadap manusia dan manusia sendiri yang memilih kemungkinan-kemungkinan tersebut. Manusia memiliki akal dan pikiran untuk memperbaiki kehidupannya melalui kemungkinan yang ditawarkan alam.


Cara Mendaftarkan Google Scholar

Mengapa harus Mendaftarkan Google Scholar?
Banyak rekan-rekan mahasiswa, dosen dsb yang sudah memiliki banyak penelitian dan membuat tulisan-tulisan untuk penelitian tersebut. Namun bagaimana caranya agar hasil tulisan tersebut dapat dibaca dan menjadi inspirasi bagi para peneliti lain. Bagaimana caranya agar tulisan kita mudah ditemukan ketika orang lain mencari mengenai topic apa yang kita tulis.
Kita bisa menggunakan Google Scholar untuk sebagai media untuk mempublikasi hasil penelitian kita sehingga hasil tulisan kita mudah di-index oleh Google dan menjadi dokumentasi kita bahwa kita telah melakukan penelitian tersebut
Berikut cara membuat profile di Google Scholar adalah sebagai berikut:
  1. Anda hanya hanya perlu login dengan akun gmail
  2. Buka alamat http://scholar.google.com atau http://scholar.google.co.id/
  3. Klik link “My Citation” atau “Kutipan Saya” (jika di http://scholar.google.co.id) di kanan atas atau kanan bawah
  4. Ikuti 3 langkah pada halaman tersebut
  5. Edit data bila perlu (foto, affiliation ), kemudian klik “Make Public” agar bisa dilihat oleh orang lain.
Selesai, anda telah terdaftar pada Google Schoolar

Manfaat Blog Guru/Dosen bagi Peserta Didik dalam Pendidikan

Dunia IT berkembang begitu pesat. Hampir tidak ada sebuah pekerjaan, aktivitas atau profesi apaun yang tidak berhubungan dengan IT. Salah satu produk IT diantaranya adalah internet. Teknologi sekarang ini sudah semakin canggih, perkembangan internet juga sangat pesat. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan. Sistem pembelajaran yang ada sekarang semakin inovatif dan berkembang. Mungkin akibat perkembangan teknologi inilah yang membuat kemudahan akses dalam berbagai bidang kehidupan tak terkecuali dalam dunia pendidikan.


Perkembangan yang ada memang tidak hanya berdampak positif saja, namun membawa dampak yang negatif pula bagi lingkungan, sikap, pemikiran dan kehidupan. Setiap orang pasti bergerak ke arah kemajuan dimana segala sesuatunya menjadi sangat cepat dan mudah. Pendidikan merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang tanpa terkecuali. Pendidikan bukan hanya pendidikan pada lembaga-lembaga resmi yang terkait, namun juga meliputi berbagai lembaga pendidikan yang ada. Pendidikan juga bukan hanya sekedar mencari ilmu disekolah atau lembaga pendidikan lain, nemun meliputi segala bentuk pendidikan dalam kehidupan, misalnya pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya dalam mengajari anaknya yang masih kecil makan, minum, belajar bagaimana bersikap sopan dan sebagainya. Pendidikan mencangkup berbagai hal dan melalui berbagai media. Guru sekang ini dituntut memiliki kreativitas dan selalu berinovasi dalam proses pendidikannya. Begitu juga halnya dengan perkembangan teknologi Internet yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selain itu Internet juga menyediakan fasilitas transaksi produk, tranformasi ilmu dan life style. Biasanya fasilitas-fasilitas tersebut dibungkus dalam sebuah website (situs) atau blog. Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Diantara penyedia skin blog gratis adalah; blogspot, wordpress, multiply dan masih banyak lagi. Sayangnya, keberadaan blog dengan multi manfaat tersebut, jarang dijamah oleh komunitas guru. Padahal keberadaan blog bagi guru kalau kita kaji secara mendalam mempunyai banyak manfaat. Manfaat dari Blog : Ada banyak manfaat blog bagi guru. Diantaranya adalah:
1.      Blog dapat berfungsi sebagai media pembelajaran menulis. Dengan blog guru belajar dan mengasah kemampuannya dalam membuat sebuah karya ilmiah atau karya tulis. Sebelum unjuk gigi dalam bidang karya tulis dalam setiap even resmi seperti; lomba karya tulis, atau sertifikasi, alangkah baiknya guru menggunakan blog sebagai media pembelajaran menulis terlebih dahulu.
2.      blog dapat menjadi media publikasi hasil karya yang paling mudah dan strategis. Semisal, publikasi hasil penemuan, karya ilmiah dan kegiatan-kegiatan siswa atau guru di sekolah.Ketiga, Blog dapat berfungsi sebagai media atau tutorial pembelajaran. Guru dapat membuat dan meresume materi pelajaran kemudian meletakkannya ke dalam sebuah blog, sehingga siswa dapat mengakses materi guru dengan mudah, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat mudah digunakan dan mudah dikelola dan dirawat. Keempat, dengan blog guru dapat menjalin komunikasi dan interaksi antar komunitas pengajar di seluruh nusantara. dan yang lebih menarik lagi, guru dapat membangun personal branding
Paradigma pendidikan telah berubah seiiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, artinya guru sekarang tidak lagi menjadi pusat ilmu bagi peserta didik. Pemanfaatan teknologi seperti komputer dan Internet telah memberi kemanfaatan yang sangat besar bagi guru dan peserta didik.
Bagi guru, Komputer dengan fasilitas Internetnya mampu menambah khasanah keilmuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran. Banyak di dunia maya ini, guru dengan mudah mendapat referensi untuk keperluan pembbuatan Rencana Pembelajaran (RPP), Silabus, Kurikulum Implementatif, dan lain lain. Bahkan guru, dengan sedikit kemampuan penguaasan tool/ aplikasi seperti Moodle, mampu menyajikan materi pembelajaran secara dinamis, baik berupa konten materi, evaluasi, quiz, dan nilai.
Bagi peserta didik, materi yang akan disampaikan guru telah didapat sebelum jam pembelajaran terstruktur di kelas. peserta didik dapat lebih siap menerima materi dari guru untuk dapat dipelajari sebelumnya. Banyak manfaat Blog untuk seorang yang berprofesi sebagai guru yang tidak dapat diuraikan secara mendetail di postingan ini. Yang jelas, proses pembelajaran akan lebih efisien dan efektif.